Program Studi Ekonomi Pembangunan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Lambung Mangkurat (FEB ULM) berpartisipasi dalam Seminar Nasional dan Pertemuan Tahunan XI Perkumpulan Pengelola Program Studi baca lebih lanjut …
Program Studi Ekonomi Pembangunan
Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Lambung Mangkurat
Program Studi Ekonomi Pembangunan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Lambung Mangkurat (FEB ULM) berpartisipasi dalam Seminar Nasional dan Pertemuan Tahunan XI Perkumpulan Pengelola Program Studi baca lebih lanjut …
Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Lambung Mangkurat (ULM) kembali menunjukkan komitmennya dalam bidang pengabdian kepada masyarakat. Melalui tim dosen dan mahasiswa, FEB ULM hadir baca lebih lanjut …
Jurusan Ilmu Ekonomi dan Studi Pembangunan FEB ULM Mempersembahkan: “Webinar Nasional IESP 2020” Dengan tema: “Inovasi, Kualitas Belanja Daerah dan Produktivitas dalam Upaya Pengentasan Kemiskinan” baca lebih lanjut …
Oleh Dr. Noor Rahmini, SE.,ME Saat ini Indonesia dalam kondisi tanggap darurat bencana non alam, yaitu pandemi virus corona (Covid-19). Corona terus mewabah dengan sebaran baca lebih lanjut …
Jurusan Ilmu Ekonomi dan Studi Pembangunan dan Lembaga Kajian Ekonomi dan Pembangunan Daerah (LKEPD) Fakultas Ekonomi Universitas Lambung Mangkurat akan menyelenggarakan enam agenda Forum Diskusi baca lebih lanjut …
Dalam industri pariwisata, posisi Kalimantan Selatan tidaklah seperti Bali yang menjadikannya sebagai sektor andalan. Perekonomian Kalimantan Selatan masih bertumpu pada sektor pertambangan yang tengah menghadapi penurunan permintaan global. Pelemahan kinerja sektor pertambangan ini terindikasi dari perlambatan pertumbuhan ekspor batubara yang terkontraksi sebesar 3,95% (yoy) lebih dalam dibandingkan periode sebelumnya (Tw III 2019) terkontraksi sebesar 0,52% (yoy). Ini mengisyaratkan sudah saatnya Kalimantan Selatan mulai merubah tumpuan ekonominya dari sektor primer ke sektor industri pengolahan dan jasa. Pariwisata adalah salah satu sektor yang perlu dipertimbangkan.
Beberapa waktu yang lalu lima orang dosen Jurusan IESP mempresentasikan lima papernya pada Konferensi IRSA yang ke 15 di Banda Aceh. Ini merupakan keikutsertaan dosen Jurusan IESP yang terbanyak dalam kegiatan IRSA. Apa dan bagaimana pengalaman yang diperoleh oleh dosen-dosen dalam konferensi tersebut?
Pada 20-21 Juli 2019 yang lalu, enam orang Dosen Jurusan IESP mengikuti workshop evaluasi dampak kebijakan pembangunan di Banda Aceh. Workshop yang masing-masing diorganisir J-PAL Southeast Asia, TNP2K, dan Australian National University-Indonesia Project tersebut memberikan banyak manfaat bagi para peserta. Bagaimana manfaatnya menurut dosen Jurusan IESP yang mengikutinya? Berikut adalah beberapa informasi yang berhasil dihimpun.
Jumlah dosen Jurusan IESP yang bergelar Doktor dalam bidang ilmu ekonomi kini bertambah menjadi delapan orang. Hal ini seiring dengan keberhasilan Muzdalifah mempertahankan disertasinya yang berjudul “Pengaruh Desentralisasi Fiskal, Investasi Swasta, Pertumbuhan Ekonomi dan Tenaga Kerja terhadap Kesejahteraan Masyarakatan Kabupaten/ Kota di Kalimantan Selatan“ dalam Ujian Terbuka Doktor Ilmu Ekonomi di Universitas Airlangga pada 1 Agustus 2019. Sebelumnya pada 30 April 2019, Noor Rahmini juga berhasil memperoleh gelar Doktor Ilmu Ekonomi dari Universitas Brawijaya setelah berhasil mempertahankan disertasinya yang mengangkat topik “Peran Modal Sosial (Bonding, Bridging, dan Linking) terhadap Eksistensi Pasar Terapung Lok Baintan Kabupaten Banjar Kalimantan Selatan”.