PDRB Hijau untuk Mendukung Pembangunan Berkelanjutan

Dalam acara Diskusi Ekonomi Bulanan Jurusan IESP FEB ULM yang mengangkat tema PDRB Hijau di Kalimantan Selatan: Mungkinkah?, Anshar Nur mengemukakan pentingnya perumusan Produk Domestik Bruto yang ramah terhadap manusia dan lingkungan, serta mendukung pembangunan yang berkelanjutan. Hal ini dilatarbelakangi oleh pertumbuhan ekonomi yang tinggi berdasarkan pendekatan PDB dan PDRB konvensional tidak mencerminkan dan tidak menjamin kesejahteraan masyarakat. Untuk itu pendekatan alternatif melalui PDRB Hijau sangat relevan untuk diusung.

Apakah Indonesia Mengalami Kutukan Sumber Daya Alam?

Pada Konferensi IRSA ke 15 22-23 Juli 2019 yang lalu, Hidayatullah Muttaqin mempresentasikan hasil penelitiannya dengan judul The Impact of Agriculture and Mining Sectors on Regional Income Inequality and Poverty Rates in Indonesia. Penelitian ini mengenai bagaimana dampak sektor pertanian dan pertambangan dalam PDRB terhadap ketimpangan dan kemiskinan regional di Indonesia. Terkait kemiskinan, hasil penelitian menunjukkan kedua sektor tersebut memiliki arah dampak yang sama, yaitu peningkatan sharing keduanya dalam struktur ekonomi regional dapat menaikkan tingkat kemiskinan di Indonesia. Apakah hasil penelitian ini menunjukkan kita terkena kutukan sumber daya alam (resource curse) ?

Urgensi Strategi Memitigasi Dampak Negatif Disrupsi Teknologi

Dalam acara Diskusi Ekonomi Bulanan yang mengangkat tema Disrupsi Teknologi pada 28 Maret yang lalu, Hidayatullah Muttaqin mengemukakan bahwa satu sisi perkembangan teknologi memudahkan urusan manusia dalam berbagai bidang kehidupan. Di sisi lain teknologi tersebut semakin menekan jumlah penggunaan tenaga manusia dalam kegiatan produksi, perdagangan, dan jasa. Disrupsi teknologi juga berpotensi meningkatkan kesenjangan pendapatan antara high-skilled labour dan low-skilled labour.

Memetakan Daya Beli Penduduk Kota Banjarmasin Berdasarkan Area Pemukiman

Hidayatullah Muttaqin dan Muzdalifah akan mempresentasikan hasil penelitiannya pada acara The 15th IRSA International Conference, 22-23 Juli 2019 di Banda Aceh. Paper yang juga ditulis bersama Prof. M. Handry Imansyah ini merupakan paper yang pertama memetakan daya beli penduduk Kota Banjarmasin pada tingkat kelurahan berdasarkan area pemukiman penduduk. Paper yang akan dipresentasikan tersebut berjudul Mapping the Purchasing Power of Banjarmasin City Residents.

Investasi dan Ekspor Berdampak Positif terhadap PDRB Kotabaru

Pada The 15th IRSA International Conference yang diselenggaran 22-23 Juli 2019 di Banda Aceh, Yunita Sopiana dan Noor Rahmini akan mempresentasikan paper yang berjudul Analysis of the Effect of Investment, Absorbed Labor, Infrastructure and Exports on the GDP of Kotabaru in the context of establishing a Special Economic Zone. Paper ini ditulis oleh kedua dosen IESP tersebut dengan M. Taufiq Rahman yang juga merupakan mahasiswa Jurusan IESP.

Masih Rendahnya Efisiensi Pengeluaran Pemerintah Daerah di Provinsi Kalimantan Selatan

Dosen Jurusan IESP, Dewi Rahayu akan mempresentasikan papernya yang berjudul Efficiency of Government Expenditure and Its Effect on Gross Regional Product (GRDP) of Regencies/Municipalities in South Kalimantan pada The 15th IRSA International Conference di Banda Aceh. Paper yang dipresentasikan ini merupakan hasil penelitian bersama Dewi Rahayu, Rusmin Nuryadin, dan Muzdalifah dengan sumber dana hibah PBNP FEB ULM 2018.