Tahun 2019 Dua Dosen Jurusan IESP Berhasil Meraih Gelar Doktor dalam Bidang Ilmu Ekonomi

Jumlah dosen Jurusan IESP yang bergelar Doktor dalam bidang ilmu ekonomi kini bertambah menjadi delapan orang. Hal ini seiring dengan keberhasilan Muzdalifah mempertahankan disertasinya yang berjudul “Pengaruh Desentralisasi Fiskal, Investasi Swasta, Pertumbuhan Ekonomi dan Tenaga Kerja terhadap Kesejahteraan Masyarakatan Kabupaten/ Kota di Kalimantan Selatan“ dalam Ujian Terbuka Doktor Ilmu Ekonomi di Universitas Airlangga pada 1 Agustus 2019. Sebelumnya pada 30 April 2019, Noor Rahmini juga berhasil memperoleh gelar Doktor Ilmu Ekonomi dari Universitas Brawijaya setelah berhasil mempertahankan disertasinya yang mengangkat topik “Peran Modal Sosial (Bonding, Bridging, dan Linking) terhadap Eksistensi Pasar Terapung Lok Baintan Kabupaten Banjar Kalimantan Selatan”.

Keberhasilan kedua dosen Jurusan IESP tersebut dalam meraih gelar doktor tidaklah mudah. Mereka harus melalui perjuangan jalan yang panjang dan berliku. Namun yang penting ujung perjalanan tersebut adalah keberhasilan dalam menuntaskan pendidikan S3 sehingga dengan modal ilmu yang telah diraih dan tempaan kerja keras dapat mendorong keduanya untuk berkontribusi lebih banyak lagi dalam membesarkan lembaga. Hal ini selaras dengan harapan Muzdalifah dan Noor Rahmini sendiri untuk dapat memberi manfaat lebih banyak bagi kepentingan Jurusan IESP dan FEB ULM.

Jumlah dosen tetap PNS dan dosen kontrak Jurusan IESP saat ini ada 29 orang yang berpendidikan S1 dan S2, serta delapan orang berpendidikan S3. Sedangkan dosen Jurusan IESP yang sedang dalam proses penyelesaian studi S3 ada tiga orang, yaitu Rusmin Nuryadin, Yunita Sopiana, dan Syahrituah Siregar. Jika ketiga dosen tersebut dapat menyusul keberhasilan Muzdalifah dan Noor Rahmini, maka Jurusan IESP akan memiliki 11 orang dosen yang bergelar doktor. Diharapkan juga dosen-dosen Jurusan IESP yang pendidikan paling tingginya masih di level master dapat mengikuti jejak kedua Doktor Ilmue Ekonomi tersebut. []

Foto Bersama Dr. Hj. Muzdalifah, SE, M.Si dengan para penguji.