Mengungkit Transformasi Ekonomi Kalimantan Selatan: dari Sektor Primer ke Industri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif

Dalam industri pariwisata, posisi Kalimantan Selatan tidaklah seperti Bali yang menjadikannya sebagai sektor andalan. Perekonomian Kalimantan Selatan masih bertumpu pada sektor pertambangan yang tengah menghadapi penurunan permintaan global. Pelemahan kinerja sektor pertambangan ini terindikasi dari perlambatan pertumbuhan ekspor batubara yang terkontraksi sebesar 3,95% (yoy) lebih dalam dibandingkan periode sebelumnya (Tw III 2019) terkontraksi sebesar 0,52% (yoy). Ini mengisyaratkan sudah saatnya Kalimantan Selatan mulai merubah tumpuan ekonominya dari sektor primer ke sektor industri pengolahan dan jasa. Pariwisata adalah salah satu sektor yang perlu dipertimbangkan.

Jalan Terjal Mewujudkan Transformasi Ekonomi di Kalimantan Selatan

Salah satu hal terpenting dalam pembahasan struktur ekonomi Kalimantan Selatan adalah adakah kemungkinannya untuk beralih dari terkosentrasi pada sector pertambangan ke sektor lainnya. Keinginan ini sudah lama digaungkan dan tertulis jelas dalam arah pembangunan jangka panjang Kalsel (RPJP 2005-2025). Baru-baru ini Pemerintah Provinsi menyatakan kembali bertekad untuk lepas dari ketergantungan akan sektor pertambangan batu bara dan beralih ke sektor pariwisata berbasis budaya. Persoalannya adalah bagaimana realiasainya dan tantangannya pada tingkat implementasi.

Apakah Indonesia Mengalami Kutukan Sumber Daya Alam?

Pada Konferensi IRSA ke 15 22-23 Juli 2019 yang lalu, Hidayatullah Muttaqin mempresentasikan hasil penelitiannya dengan judul The Impact of Agriculture and Mining Sectors on Regional Income Inequality and Poverty Rates in Indonesia. Penelitian ini mengenai bagaimana dampak sektor pertanian dan pertambangan dalam PDRB terhadap ketimpangan dan kemiskinan regional di Indonesia. Terkait kemiskinan, hasil penelitian menunjukkan kedua sektor tersebut memiliki arah dampak yang sama, yaitu peningkatan sharing keduanya dalam struktur ekonomi regional dapat menaikkan tingkat kemiskinan di Indonesia. Apakah hasil penelitian ini menunjukkan kita terkena kutukan sumber daya alam (resource curse) ?