Program Studi Ekonomi Pembangunan FEB ULM Perkuat Jejaring Akademik pada Pertemuan Tahunan XI APSEPI 2026

Program Studi Ekonomi Pembangunan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Lambung Mangkurat (FEB ULM) berpartisipasi dalam Seminar Nasional dan Pertemuan Tahunan XI Perkumpulan Pengelola Program Studi Ekonomi se-Indonesia (APSEPI) yang diselenggarakan di Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Gadjah Mada (FEB UGM), Yogyakarta.

Kegiatan yang mengangkat tema “Membangun Program Studi Ekonomi dalam Menghasilkan Lulusan yang Mandiri dan Berdaya Saing Global” tersebut mempertemukan pengelola program studi, dosen, dan akademisi bidang ekonomi dari berbagai perguruan tinggi negeri dan swasta di Indonesia. Peserta berasal dari program pendidikan jenjang sarjana, magister, dan doktor yang memiliki perhatian terhadap peningkatan mutu pendidikan ekonomi di Indonesia.

Delegasi FEB ULM dalam kegiatan ini terdiri atas Dr. Syahrituah Siregar, S.E., M.A. (Koordinator Program Studi Ekonomi Pembangunan); Dr. Muzdalifah, S.E., M.Si. (Wakil Dekan Bidang Akademik) ; Prof. Dr. M. Handry Imansyah, M.A.M.; Dr. Noor Rahmini, S.E., M.E. (Ketua Program Studi Magister Ekonomi Pembangunan); Dr. Yunita Sopiana, S.E., M.S.E. (Koordinator Program Studi Doktor Studi Pembangunan Universitas Lambung Mangkurat); Husna Karimah, S.E.Sy., M.Ec.; dan Ayyub Muhajad, M.Ag.

Keikutsertaan Program Studi Ekonomi Pembangunan FEB ULM menjadi bagian dari komitmen untuk terus meningkatkan kualitas tata kelola program studi, kurikulum, pembelajaran, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, serta pengembangan kompetensi dosen dan mahasiswa. Forum APSEPI juga memberikan ruang bagi FEB ULM untuk bertukar pengalaman dan praktik baik dengan berbagai Program Studi Ekonomi dari seluruh Indonesia.

Pertemuan tahunan ini membahas sejumlah isu strategis yang dihadapi pendidikan tinggi bidang ekonomi. Pembahasan meliputi perubahan kebijakan akreditasi, kesiapan program studi menghadapi akreditasi Lembaga Akreditasi Mandiri Ekonomi Manajemen Bisnis dan Akuntansi (LAMEMBA), penerapan kurikulum berbasis Outcome-Based Education (OBE), digitalisasi pembelajaran, pemanfaatan kecerdasan buatan, penguatan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat, serta peningkatan daya saing lulusan pada tingkat nasional dan global.

Bagi Program Studi Ekonomi Pembangunan FEB ULM, berbagai pembahasan tersebut relevan dengan upaya penyempurnaan kurikulum dan proses pembelajaran agar senantiasa sesuai dengan perkembangan ilmu ekonomi, kebutuhan dunia kerja, perubahan teknologi, serta karakteristik pembangunan daerah. Kurikulum tidak hanya diarahkan untuk membekali mahasiswa dengan penguasaan teori, tetapi juga kemampuan analitis, keterampilan kuantitatif, pemanfaatan teknologi, komunikasi, integritas akademik, dan kemampuan merumuskan solusi terhadap persoalan ekonomi dan pembangunan.

Seminar nasional menghadirkan Prof. Dr. Mohamad Ikhsan, S.E., M.A. dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia sebagai pembicara utama. Paparan yang disampaikan menekankan pentingnya penguatan tata kelola Program Studi Ekonomi dalam menghasilkan lulusan yang mandiri dan mampu bersaing secara global. Peserta juga memperoleh materi mengenai pengembangan kurikulum berbasis OBE yang disampaikan oleh Prof. B.M. Purwanto, Ph.D. dari FEB UGM.

Salah satu agenda penting dalam pertemuan tersebut adalah pembahasan penyusunan standar kompetensi minimum untuk mata kuliah inti Program Studi Ekonomi. Mata kuliah tersebut mencakup ekonomi mikro, ekonomi makro, metode kuantitatif, dan ekonometrika. Penyusunan standar bersama diharapkan dapat mendorong kesetaraan mutu pembelajaran di antara program studi anggota APSEPI tanpa menghilangkan kekhasan, orientasi, dan kebutuhan masing-masing perguruan tinggi.

Selama tiga hari, peserta mengikuti diskusi mengenai orientasi strategis program studi, tata pamong dan tata kelola, pengelolaan mahasiswa pada era digital, pengembangan kompetensi dosen, implementasi OBE, peningkatan mutu penelitian dan pengabdian kepada masyarakat, penguatan akreditasi, serta pengembangan kerja sama antarprogram studi. Pertemuan juga mencakup pembekalan mata kuliah inti oleh akademisi dari Universitas Gadjah Mada, Universitas Indonesia, IPB University, Universitas Papua, dan Universitas Pattimura.

Selain seminar dan diskusi ilmiah, kegiatan dilanjutkan dengan rapat komisi dan sidang pleno APSEPI. Forum tersebut diarahkan untuk menghasilkan rekomendasi strategis bagi pengembangan pendidikan ekonomi di Indonesia, termasuk penyusunan standar minimum profil lulusan, capaian pembelajaran lulusan, rubrik penilaian CPL, dan peta kurikulum. Pertemuan juga membuka peluang penandatanganan nota kesepahaman dan perjanjian kerja sama antarperguruan tinggi dalam pelaksanaan tridarma perguruan tinggi.

Melalui partisipasi dalam Pertemuan Tahunan XI APSEPI 2026, Program Studi Ekonomi Pembangunan FEB ULM diharapkan dapat memperluas jejaring akademik dan menindaklanjuti berbagai peluang kolaborasi dalam bidang pendidikan, penelitian, publikasi ilmiah, pengabdian kepada masyarakat, pertukaran sumber daya akademik, serta peningkatan kompetensi dosen dan mahasiswa.

Keikutsertaan ini sekaligus menegaskan komitmen Program Studi Ekonomi Pembangunan FEB ULM untuk terus beradaptasi terhadap perkembangan pendidikan tinggi dan menghasilkan lulusan yang kritis, kompeten, inovatif, berintegritas, serta mampu memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan daerah dan nasional.