Program Studi Ekonomi Pembangunan FEB ULM Perkuat Jejaring Akademik pada Pertemuan Tahunan XI APSEPI 2026

Program Studi Ekonomi Pembangunan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Lambung Mangkurat (FEB ULM) berpartisipasi dalam Seminar Nasional dan Pertemuan Tahunan XI Perkumpulan Pengelola Program Studi baca lebih lanjut …

Forum Diskusi Pembangunan Edisi Agustus: Sumber Daya Alam, Demografi dan Pertumbuhan Ekonomi

Forum Diskusi Pembangunan Edisi Agustus

Kekayaan sumber daya alam (SDA) yang dimiliki oleh suatu negara, seringkali dianggap suatu berkah yang dapat membantu negara tersebut kaya secara ekonomi. Akan tetapi, dalam ekonomi terdapat sebuah fenomena ironis yang dikenal dengan istilah “kutukan sumber daya alam” yang menyatakan bahwa negara yang kaya akan SDA, cenderung lebih lambat pertumbuhan ekonominya jika dibandingkan dengan negara yang terbatas SDA. Apakah hal ini terjadi pula di Indonesia, di mana provinsi dengan kelimpahan SDA mengalami pertumbuhan yang melambat dan pengabaian terhadap pembangunan manusia dibandingkan dengan provinsi-provinsi yang tidak mendapatkan anugerah kekayaan SDA?

International Webinar: How Can Indonesia Survive from Economic Turbulences During Covid-19 Pandemic?

Indonesia faces dilemma situation amid to safe people health or economic. The question is how can Indonesia survive from economic turbulences during Covid-19 pandemic? It is very difficult to solve these matters. It needs much resources and extraordinary policies.

To discuss and answers this dilemma, The Department of Economics and Development Studies or IESP FEB ULM will present an INTERNATIONAL WEBINAR : HOW CAN INDONESIA SURVIVE FROM ECONOMIC TURBULENCES DURING COVID-19 PANDEMIC?

Agenda Diskusi: Bagaimana Dampak Penyebaran Virus Corona terhadap Perekonomian Kalsel?

Belum berakhir pelemahan global, kini ekonomi dunia kembali dihantam badai penyebaran virus Korona atau COVID-19 yang titik pusat sebarannya ada di China. Sejauh apakah dampak buruk COVID-19 terhadap perkeonomian Kalsel? Bagaimanakah transmisi COVID-19 hingga dapat mempengaruhi Kalsel?