Slip Uang Kuliah Tunggal (UKT) terkahir Kartu Tanda Mahasiswa (KTM) Ijazah SMA terakhir Transkip akademik Surat bebas perpustakaan Melampirkah hasil uji plagiasi dalam berkas Skripsi baca lebih lanjut …
Author: admin
Muzdalifah: Kalimantan Selatan Harus Melepas Ketergantungan pada Komoditi Bahan Mentah
Dalam wawancara Harian Umum Radar Banjarmasin (Jumat, 27/12/2019) mengenai pelambatan ekonomi yang dialami Provinsi Kalimantan Selatan, Muzdalifah mengungkapkan pelambatan tersebut adalah imbas dari jatuhnya harga batubara. Memang perekonomian yang bergantung pada komoditi bahan mentah atau berbasis Sumber Daya Alam (SDA) akan menghadapi resiko pelambatan ketika masa bom harga komoditi tersebut di pasar internasional sudah lewat. Apalagi tren indeks harga batubara cenderung mengalami penurunan dalam jangka panjang.
Memindahkan Ketergantung Ekonomi dari Sumber Daya Alam ke Sumber Daya Manusia
Pertumbuhan ekonomi Provinsi Kalimantan Selatan mengalami pelambatan cukup drastis sejak periode 2011-2012. Meskipun sedikit menaik pada 2015-2016, namun kemudian pertumbuhan ekonomi Kalimantan Selatan melemah lagi pada 2017-2018. Kondisi ini terjadi karena jatuhnya harga komoditi ekspor andalan Kalimantan Selatan di pasar global, khususnya harga batubara dan CPO. Fakta ini menunjukkan pertumbuhan yang bergantung pada sektor berbasis sumber daya alam (SDA), khususnya ekspor bahan mentah, tidak akan sustainable (berkelanjutan). Ketergantungan tersebut menyebabkan perekonomian rawan terhadap goncangan di pasar global.
Kebijakan Ekonomi Dalam Memitigasi Bencana
Diskusi rutin pada bulan ini dihadiri oleh para dosen di Jurusan Ilmu Ekonomi Dan Studi Pembangunan ,dan beberapa dosen lain di lingkungan Fakultas Ekonomi Dan baca lebih lanjut …
Daftar Dosen Pengampu Mata Kuliah Semester Ganjil 2019/2020 di Jurusan IESP FEB ULM
Berikut ini adalah daftar nama dosen Jurusan IESP dan mata kuliah semester ganjil 2019/2020 yang diampu khusus perkuliahan di Jurusan IESP. * adalah mata kuliah baca lebih lanjut …
Menambah Pengalaman dengan Mengikuti Konferensi Internasional
Beberapa waktu yang lalu lima orang dosen Jurusan IESP mempresentasikan lima papernya pada Konferensi IRSA yang ke 15 di Banda Aceh. Ini merupakan keikutsertaan dosen Jurusan IESP yang terbanyak dalam kegiatan IRSA. Apa dan bagaimana pengalaman yang diperoleh oleh dosen-dosen dalam konferensi tersebut?
Manfaat Evaluasi Dampak Kebijakan
Pada 20-21 Juli 2019 yang lalu, enam orang Dosen Jurusan IESP mengikuti workshop evaluasi dampak kebijakan pembangunan di Banda Aceh. Workshop yang masing-masing diorganisir J-PAL Southeast Asia, TNP2K, dan Australian National University-Indonesia Project tersebut memberikan banyak manfaat bagi para peserta. Bagaimana manfaatnya menurut dosen Jurusan IESP yang mengikutinya? Berikut adalah beberapa informasi yang berhasil dihimpun.
Tahun 2019 Dua Dosen Jurusan IESP Berhasil Meraih Gelar Doktor dalam Bidang Ilmu Ekonomi
Jumlah dosen Jurusan IESP yang bergelar Doktor dalam bidang ilmu ekonomi kini bertambah menjadi delapan orang. Hal ini seiring dengan keberhasilan Muzdalifah mempertahankan disertasinya yang berjudul “Pengaruh Desentralisasi Fiskal, Investasi Swasta, Pertumbuhan Ekonomi dan Tenaga Kerja terhadap Kesejahteraan Masyarakatan Kabupaten/ Kota di Kalimantan Selatan“ dalam Ujian Terbuka Doktor Ilmu Ekonomi di Universitas Airlangga pada 1 Agustus 2019. Sebelumnya pada 30 April 2019, Noor Rahmini juga berhasil memperoleh gelar Doktor Ilmu Ekonomi dari Universitas Brawijaya setelah berhasil mempertahankan disertasinya yang mengangkat topik “Peran Modal Sosial (Bonding, Bridging, dan Linking) terhadap Eksistensi Pasar Terapung Lok Baintan Kabupaten Banjar Kalimantan Selatan”.
PDRB Hijau untuk Mendukung Pembangunan Berkelanjutan
Dalam acara Diskusi Ekonomi Bulanan Jurusan IESP FEB ULM yang mengangkat tema PDRB Hijau di Kalimantan Selatan: Mungkinkah?, Anshar Nur mengemukakan pentingnya perumusan Produk Domestik Bruto yang ramah terhadap manusia dan lingkungan, serta mendukung pembangunan yang berkelanjutan. Hal ini dilatarbelakangi oleh pertumbuhan ekonomi yang tinggi berdasarkan pendekatan PDB dan PDRB konvensional tidak mencerminkan dan tidak menjamin kesejahteraan masyarakat. Untuk itu pendekatan alternatif melalui PDRB Hijau sangat relevan untuk diusung.
Apakah Indonesia Mengalami Kutukan Sumber Daya Alam?
Pada Konferensi IRSA ke 15 22-23 Juli 2019 yang lalu, Hidayatullah Muttaqin mempresentasikan hasil penelitiannya dengan judul The Impact of Agriculture and Mining Sectors on Regional Income Inequality and Poverty Rates in Indonesia. Penelitian ini mengenai bagaimana dampak sektor pertanian dan pertambangan dalam PDRB terhadap ketimpangan dan kemiskinan regional di Indonesia. Terkait kemiskinan, hasil penelitian menunjukkan kedua sektor tersebut memiliki arah dampak yang sama, yaitu peningkatan sharing keduanya dalam struktur ekonomi regional dapat menaikkan tingkat kemiskinan di Indonesia. Apakah hasil penelitian ini menunjukkan kita terkena kutukan sumber daya alam (resource curse) ?
