Dosen Prodi Ekonomi Pembangunan Kerjasama Lintas Disiplin Ilmu Kajian Indikator Makro Sosial-Ekonomi Kabupaten Tabalong

Dalam rangka meningkatkan kerjasama penelitian lintas disiplin ilmu dan lintas lembaga, dua orang dosen Program Studi Ekonomi Pembangunan, yaitu Dr. Muzdalifah, SE, MSI dan Hidayatullah Muttaqin, SE, MSI, PGD terlibat dalam kegiatan Penyusunan Dokumen Indikator Makro Sosial-Ekonomi Kabupaten Tabalong 2022 sebagai peneliti. Kegiatan ini merupakan kerjasama Pusat Penelitian Kebijakan Pendidikan dan Kebudayaan (P2KPK) FKIP ULM dengan Bappelitbang Kabupaten Tabalong yang dimulai dari 1 Maret 2022 sampai dengan 30 November 2022.

Sumber Daya Manusia yang dilibatkan dalam kegiatan tersebut meliputi 6 peneliti dari FKIP, 2 peneliti dari FEB, 1 peneliti dari FK, 1 peneliti dari FMIPA dan 2 orang dari Bappelitbang Kabupaten Tabalong.

Forum Diskusi Pembangunan Edisi Agustus: Sumber Daya Alam, Demografi dan Pertumbuhan Ekonomi

Forum Diskusi Pembangunan Edisi Agustus

Kekayaan sumber daya alam (SDA) yang dimiliki oleh suatu negara, seringkali dianggap suatu berkah yang dapat membantu negara tersebut kaya secara ekonomi. Akan tetapi, dalam ekonomi terdapat sebuah fenomena ironis yang dikenal dengan istilah “kutukan sumber daya alam” yang menyatakan bahwa negara yang kaya akan SDA, cenderung lebih lambat pertumbuhan ekonominya jika dibandingkan dengan negara yang terbatas SDA. Apakah hal ini terjadi pula di Indonesia, di mana provinsi dengan kelimpahan SDA mengalami pertumbuhan yang melambat dan pengabaian terhadap pembangunan manusia dibandingkan dengan provinsi-provinsi yang tidak mendapatkan anugerah kekayaan SDA?

Produktivitas Tenaga Kerja Indonesia Tertinggal di Kawasan ASEAN

Produktivitas tenaga kerja merupakan hal yang sangat krusial dalam mengakselerasi pertumbuhan ekonomi terutama ketika pertumbuhan yang lebih tinggi kian sulit diraih tanpa input yang lebih besar. Karena itu peningkatan produktivitas tenaga kerja adalah salah satu faktor penting mencapainya pada masa yang akan datang. Produktivitas tenaga kerja ini dapat diukur dengan nilai rata-rata yang dapat dihasilkan seorang pekerja per jam dalam US Dolar.

Memindahkan Ketergantung Ekonomi dari Sumber Daya Alam ke Sumber Daya Manusia

Pertumbuhan ekonomi Provinsi Kalimantan Selatan mengalami pelambatan cukup drastis sejak periode 2011-2012. Meskipun sedikit menaik pada 2015-2016, namun kemudian pertumbuhan ekonomi Kalimantan Selatan melemah lagi pada 2017-2018. Kondisi ini terjadi karena jatuhnya harga komoditi ekspor andalan Kalimantan Selatan di pasar global, khususnya harga batubara dan CPO. Fakta ini menunjukkan pertumbuhan yang bergantung pada sektor berbasis sumber daya alam (SDA), khususnya ekspor bahan mentah, tidak akan sustainable (berkelanjutan). Ketergantungan tersebut menyebabkan perekonomian rawan terhadap goncangan di pasar global.

Dampak Penyerapan Tenaga Kerja terhadap Tingkat Kemiskinan di Kalimantan Selatan Belum Sesuai Harapan

Dalam penelitiannya yang dipublikasikan di International Jurnal of Business, Social and Scientific Research Volume 07 No 02 2019, Muzdalifah, Mursinto, dan Purwono mengemukakan desentralisasi fiskal dan pertumbuhan ekonomi berkontribusi dalam penurunan tingkat kemiskinan di 13 kabupaten dan kota di Provinsi Kalimantan Selatan.

Syahrituah: Kalimantan Selatan Harus Memiliki Milestone Pertumbuhan

Syahrituah Siregar dalam acara Diskusi Ekonomi Bulanan dengan tema Outlook Ekonomi Kalimantan Selatan menyampaikan perlunya sebuah milestone kebijakan ekonomi daerah untuk membangunkan raksasa tidur. Untuk itu harus ada komitmen yang kuat dan keberpihakan dalam menciptakan inovasi kebijakan yang akan dijadikan milestone. Tujuannya adalah agar menghasilkan pertumbuhan yang lebih baik.