Pada rabu (16/03) yang lalu, jurusan Ilmu Ekonomi dan Studi Pembangunan kembali mengadakan diskusi ekonomi. Tema yang diangkat kali ini sangat menarik yaitu mengenai Outlook baca lebih lanjut …
Program Studi Ekonomi Pembangunan
Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Lambung Mangkurat
Pada rabu (16/03) yang lalu, jurusan Ilmu Ekonomi dan Studi Pembangunan kembali mengadakan diskusi ekonomi. Tema yang diangkat kali ini sangat menarik yaitu mengenai Outlook baca lebih lanjut …
Jurusan Ilmu Ekonomi dan Studi Pembangunan menyelenggaran edisi perdana Diskusi Ekonomi Bulanan pada 19 Februari 2020. Diskusi yang menghadirkan Sri Maulida sebagai pembicara mengakat tema “Perkembangan Fintech di Indonesia: Peluang dan Tantangan bagi Perbankan Syariah dan Konvensional”. Diangkatnya tema ini dilatarbelakangi oleh semakin tumbuh dan menjamurnya industri Financial Technology atau fintech di Indonesia. Menurut Sri Maulida, industri perbankan syariah dan konvensional harus bisa berdaptasi dengan perkembangan teknologi digital dan fintech, jika tidak suatu bank akan punah.
Dalam wawancara Harian Umum Radar Banjarmasin (Jumat, 27/12/2019) mengenai pelambatan ekonomi yang dialami Provinsi Kalimantan Selatan, Muzdalifah mengungkapkan pelambatan tersebut adalah imbas dari jatuhnya harga batubara. Memang perekonomian yang bergantung pada komoditi bahan mentah atau berbasis Sumber Daya Alam (SDA) akan menghadapi resiko pelambatan ketika masa bom harga komoditi tersebut di pasar internasional sudah lewat. Apalagi tren indeks harga batubara cenderung mengalami penurunan dalam jangka panjang.
Dalam acara Diskusi Ekonomi Bulanan Jurusan IESP FEB ULM yang mengangkat tema PDRB Hijau di Kalimantan Selatan: Mungkinkah?, Anshar Nur mengemukakan pentingnya perumusan Produk Domestik Bruto yang ramah terhadap manusia dan lingkungan, serta mendukung pembangunan yang berkelanjutan. Hal ini dilatarbelakangi oleh pertumbuhan ekonomi yang tinggi berdasarkan pendekatan PDB dan PDRB konvensional tidak mencerminkan dan tidak menjamin kesejahteraan masyarakat. Untuk itu pendekatan alternatif melalui PDRB Hijau sangat relevan untuk diusung.
Dalam acara Diskusi Ekonomi Bulanan yang mengangkat tema Disrupsi Teknologi pada 28 Maret yang lalu, Hidayatullah Muttaqin mengemukakan bahwa satu sisi perkembangan teknologi memudahkan urusan manusia dalam berbagai bidang kehidupan. Di sisi lain teknologi tersebut semakin menekan jumlah penggunaan tenaga manusia dalam kegiatan produksi, perdagangan, dan jasa. Disrupsi teknologi juga berpotensi meningkatkan kesenjangan pendapatan antara high-skilled labour dan low-skilled labour.
Di Kota Banjarmasin saat sedang menjamur bisnis kafe yang menargetkan kaum milenial sebagai konsumen utamanya. Terkait hal tersebut, Harian Umum Banjarmasin Post dalam rubrik News Analysis edisi Selasa 25 Juni 2019 memuat pandangan Profesor Muhammad Handry Imansyah supaya pengusaha kafe dapat bertahan.
Menurut Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah RI, pada tahun 2017 jumlah UMKM mencapai 62,93 juta unit dan menyerap tenaga kerja sebanyak 116,67 juta baca lebih lanjut …
Profesor Muhammad Handry Imansyah akan mempresentasikan papernya yang berjudul Identification Fundamental Economic Structure in Developed Economy: the Case of Japan di Universitas Ritsumeikan, Osaka, Jepang pada 18-19 Maret 2019. Ia menjelaskan bahwa paper yang dipresentasikannya akan menguraikan bagaimana perubahan Struktur Ekonomi Fundamental (Fundamental Economic Structure) atau FEM di negara-negara maju dengan studi kasus Jepang.
Asosiasi Jasa Pengiriman Ekspres Indonesia (Asperindo) menyebutkan sudah ada 4 perusahaan ekspedisi anggotanya yang gulumg tikar sebagai akibat kenaikan tarif kargo yang sangat tinggi yang membuat biaya operasional pengiriman (fright cost ) melambung. Hal ini menyebabkan menurunnya pelanggan yang menggunakan jasa logistik sehingga antara pendapatan dan biaya usaha menjadi sangat tidak seimbang. Terkait permasalahan ini, Dewi Rahayu mengemukakan beberapa pandangannya.