Dosen Prodi Ekonomi Pembangunan Kerjasama Lintas Disiplin Ilmu Kajian Indikator Makro Sosial-Ekonomi Kabupaten Tabalong

Dalam rangka meningkatkan kerjasama penelitian lintas disiplin ilmu dan lintas lembaga, dua orang dosen Program Studi Ekonomi Pembangunan, yaitu Dr. Muzdalifah, SE, MSI dan Hidayatullah Muttaqin, SE, MSI, PGD terlibat dalam kegiatan Penyusunan Dokumen Indikator Makro Sosial-Ekonomi Kabupaten Tabalong 2022 sebagai peneliti. Kegiatan ini merupakan kerjasama Pusat Penelitian Kebijakan Pendidikan dan Kebudayaan (P2KPK) FKIP ULM dengan Bappelitbang Kabupaten Tabalong yang dimulai dari 1 Maret 2022 sampai dengan 30 November 2022.

Sumber Daya Manusia yang dilibatkan dalam kegiatan tersebut meliputi 6 peneliti dari FKIP, 2 peneliti dari FEB, 1 peneliti dari FK, 1 peneliti dari FMIPA dan 2 orang dari Bappelitbang Kabupaten Tabalong.

Dampak Covid 19 terhadap Pengangguran di Kota Banjarmasin

Pandemi Corvid 19 memberikan dampak yang sangat luas bagi kehidupan kita. Pertama Pandemi wabah covid 19 menimbulkan dampak yang luar biasa bagi perekonomian dunia, nasional dan daerah. Dengan adanya pandemi ini, maka ekonomi Kota Banjarmasin sangat terdampak terutama sektor-sektor seperti Perhotelan, Restoran, Angkutan Udara, darat dan Laut, Perdagangan Besar dan Eceran. Oleh karena itu, tingkat pengangguran langsung meningkat karena banyak perusahaan perhotelan yang merumahkan (lay off) para karyawan mereka, karena sebagian besar Hotel-hotel berhenti beroperasi, akibat adanya Pembatasan Sosial Berskala Besar di berbagai daerah dan termasuk Kota Banjarmasin untuk memutus rantai penularan pandemic covid 19. Sementara sektor lainnya seperti restoran dan rumah makan juga langsung mengalami penurunan penjualan akibat diminta untuk tidak menyediakan makan di tempat, tetapi hanya berjualan untuk dibawa pulang atau melalui pengantaran. Dengan demikian, terjadi penurunan permintaan yang sangat signifikan.

Mengapa Tingkat Pengangguran Terbuka di Perkotaan Tinggi?

Tingkat pengangguran di Kota Banjarmasin adalah paling tinggi dari seluruh daerah di Provinsi Kalimantan Selatan. Pada tahun 2019, Tingkat Pengangguran Terbuka atau TPT Kota Banjarmasin mencapai 7,69 persen lebih tinggi dari Tingkat Pengangguran terbuka provinsi yang mencapai 4,50 persen. Mengapa hal ini dapat terjadi dan bagaimana menguranginya?