Dampak Covid 19 terhadap Pengangguran di Kota Banjarmasin

Pandemi Corvid 19 memberikan dampak yang sangat luas bagi kehidupan kita. Pertama Pandemi wabah covid 19 menimbulkan dampak yang luar biasa bagi perekonomian dunia, nasional dan daerah. Dengan adanya pandemi ini, maka ekonomi Kota Banjarmasin sangat terdampak terutama sektor-sektor seperti Perhotelan, Restoran, Angkutan Udara, darat dan Laut, Perdagangan Besar dan Eceran. Oleh karena itu, tingkat pengangguran langsung meningkat karena banyak perusahaan perhotelan yang merumahkan (lay off) para karyawan mereka, karena sebagian besar Hotel-hotel berhenti beroperasi, akibat adanya Pembatasan Sosial Berskala Besar di berbagai daerah dan termasuk Kota Banjarmasin untuk memutus rantai penularan pandemic covid 19. Sementara sektor lainnya seperti restoran dan rumah makan juga langsung mengalami penurunan penjualan akibat diminta untuk tidak menyediakan makan di tempat, tetapi hanya berjualan untuk dibawa pulang atau melalui pengantaran. Dengan demikian, terjadi penurunan permintaan yang sangat signifikan.

Mapping the Purchasing Power of Banjarmasin City Residents

Hidayatullah Muttaqin, Muhammad Handry Imansyah, and Muzdalifah write a paper that will present at 15th IRSA International Conference in 22-23 July 2019, Banda Aceh. The paper titled is Mapping the Purchasing Power of Banjarmasin City Residents. The aim of this research is to map the purchasing power of Banjarmasin City inhabitants at urban village level based on settlement areas.

Ikatan Modal Sosial Fondasi Keberlangsungan Pasar Terapung Lok Baintan

Sebuah studi yang dilakukan oleh Rahmini, Pudjihardjo, Hoetoro, dan Manzilati (2019) mengenai para pedagang di Pasar Terapung Lok Baintan, Kabupaten Banjar, menemukan bahwa ikatan modal sosial merupakan faktor penting dalam menjaga eksistensi mereka. Penelitian dengan judul Social Capital Bonding in Lok Baintan Floating Market: Defensive Strategy or Barriers ini di muat dalam jurnal Institutions and Economies Vol 11, No 3, July 2019 yang merupakan jurnal terindeks Scopus.