Ikatan Modal Sosial Fondasi Keberlangsungan Pasar Terapung Lok Baintan

Sebuah studi yang dilakukan oleh Rahmini, Pudjihardjo, Hoetoro, dan Manzilati (2019) mengenai para pedagang di Pasar Terapung Lok Baintan, Kabupaten Banjar, menemukan bahwa ikatan modal sosial merupakan faktor penting dalam mempertahankan eksistensi pedagang dan pasar tersebut. Penelitian dengan judul Social Capital Bonding in Lok Baintan Floating Market: Defensive Strategy or Barriers ini di muat dalam jurnal internasional Institutions and Economies Vol 11, No, 3 July 2019 yang merupakan jurnal terindeks Scopus.

Pasar Terapung Lok Baintan

Penelitian yang menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi ini bertujuan untuk menelaah apakah ikatan modal sosial itu menjadi sebuah strategi para pedagang untuk bertahan ataukah justru menjadi penghalang mereka untuk meningkatkan pendapatannya. Temuan lainnya dalam studi ini adalah ternyata modal sosial juga menjadi faktor pendorong peningkatan pendapatan para pedagang dan para petani yang menjadi pemasok komoditi yang diperdagangkan di Pasar Terapung Lok Baintan.

Pasar Terapung Lok Baintan merupakan salah satu destinasi pariwisata andalan pelancong yang akan datang ke Kota Banjarmasin dan Provinsi Kalimantan Selatan. Pasar ini sudah eksis selama lebih dari lima abad, yaitu sejak tahun 1595.

Interaksi dan transaksi jual beli di pasar ini dipengaruhi oleh nilai-nilai tradisional budaya Banjar. Jika para pedagang melanggar norma tidak tertulis yang sudah disepakati, maka pedagang tersebut akan dengan sendirinya dari pasar. Berlakunya norma tidak tertulis dalam kegiatan perdagangan, termasuk mengenai kesepakatan harga, mengindikasikan adanya kepercayaan (trust) yang mengikat para pedagang ke dalam norma tersebut.

Pada bagian lain sebagaimana ciri pasar pada umumnya, tawar menawar juga terjadi di Pasar Terapung Lok Baintan. Hanya saja karena faktor kekerabatan atau adanya hubungan personal di antara mereka maka kesepatan harga dapat dengan mudah dicapai tanpa melalui tawar menawar yang alot. Sebab pada dasarnya mereka yang bertransaksi sudah tahu berapa harga lazimnya yang sudah menjadi kesepakatan umum di pasar tersebut.

Jadi studi ini menunjukkan trust yang terbangun di kalangan para pedagang di Pasar Terapung Lok Baintan merupakan faktor yang melandasi terbentuknya ikatan modal sosial. Studi ini juga semakin mengukuhkan bahwa trust merupakan faktor penting dalam kegiatan ekonomi dan bisnis.

Dr. Noor Rahmini, SE, ME

Bagi para mahasiswa, dosen, peneliti dan pembuat kebijakan (policy makers) yang berminat untuk mendalami informasi mengenai pasar terapung (floating market) dan pariwisata (tourism) di Banjarmasin dan Kalimantan Selatan, sangat direkomendasikan membaca hasil penelitian dosen Jurusan IESP FEB ULM ini. Publikasi hasil studi Noor Rahmini tersebut dapat dibaca secara gratis melalui halaman ini https://ijie.um.edu.my/article/view/18652/.[]

Abstract: This study investigates social capital bonding among the economic actors in Lok Baintan Floating Market to assess if bonding is used as a strategy to survive or an obstacle to increasing the traders’ income. The study adopts a qualitative design using the phenomenological approach to explore the individuals’ interpretation of their experience. The result showed that the social bonding capital maintained by economic actors in the Lok Baintan Floating Market is a factor for their survival. Social capital also contributes to increasing traders’ income. Bonding social capital prioritises the trust implied in the social capital construction relationship (social interaction and economy within the family and relatives as the traders’ capital source and Assisting relation appears from friendship networking) and agreement on price (the intensive personal relation emerging from trust to ease price agreement and the culture of more or less “kurang labih”). These act as solutions to the problems in price agreement due to “Papadaan” bonding. Observation also shows that it has wide spare economic impact on Lok Baintan and the surrounding communities by improving the economy of farmers and traders in the Lok Baintan Floating Market. [RAHMINI, Noor et al. Social Capital Bonding in Lok Baintan Floating Market: Defensive Strategy or Barriers. Institutions and Economies, [S.l.], p. 145 – 159, june 2019. ISSN 2232-1349. Available at: <https://ijie.um.edu.my/article/view/18652>. ]