Dampak Covid 19 terhadap Pengangguran di Kota Banjarmasin

Oleh: Muhammad Handry Imansyah

Pandemi Covid 19 memberikan dampak yang sangat luas bagi kehidupan kita. Pertama Pandemi wabah covid 19 menimbulkan dampak yang luar biasa bagi perekonomian dunia, nasional dan daerah. Dengan adanya pandemi ini, maka ekonomi Kota Banjarmasin sangat terdampak terutama sektor-sektor seperti Perhotelan, Restoran, Angkutan Udara, darat dan Laut, Perdagangan Besar dan Eceran. Oleh karena itu, tingkat pengangguran langsung meningkat karena banyak perusahaan perhotelan yang merumahkan (lay off) para karyawan mereka, karena sebagian besar Hotel-hotel berhenti beroperasi, akibat adanya Pembatasan Sosial Berskala Besar di berbagai daerah dan termasuk Kota Banjarmasin untuk memutus rantai penularan pandemic covid 19. Sementara sektor lainnya seperti restoran dan rumah makan juga langsung mengalami penurunan penjualan akibat diminta untuk tidak menyediakan makan di tempat, tetapi hanya berjualan untuk dibawa pulang atau melalui pengantaran. Dengan demikian, terjadi penurunan permintaan yang sangat signifikan.

Dampak dari adanya covid 19 dengan seperangkat kebijakan pembatasan berskala sosial besar (PSBB) untuk daerah-daerah yang melaksanakannya akan mempengaruhi tingkat pengangguran di daerah yang melaksanakan PSBB seperti Kota Banjarmasin.

Untuk melihat dampak Covid 19 di Kota Banjarmasin terhadap pengangguran, dibuat skenario dengan menggunakan Tabel Input-output Kota Banjarmasin 2018 yang dikembangkan oleh Tim FEB ULM, misalnya untuk kasus ringan yaitu terjadi penurunan permintaan akhir di sektor Perdagangan, Hotel dan Restoran sebesar -15%, dan Angkutan dan Komunikasi turun sebesar -10%, sementara sektor lainnya hanya tumbuh separo dari tingkat pertumbuhan tahun 2019 berdasarkan harga berlaku.

Dari simulasi yang ringan ini, maka dapat diketahui potensi dampak dari covid 19 terhadap tingkat pengangguran di Kota Banjarmasin yaitu meningkatnya pengangguran sebesar 4.675. Jumlah sebesar itu disumbang dari peningkatan pengangguran di sektor Perdagangan, Hotel dan Restoran sebesar 11.991 dan sektor Angkutan dan Komunikasi sebesar 2.992. Sementara sektor-sektor lainnya masih mengalami pertumbuhan kesempatan kerja, namun secara total masih tidak dapat menyerap peningkatan pengangguran dari sektor yang terdampak paling besar dari sektor Perdagangan, Hotel dan Restoran serta sektor Angkutan dan komunikasi, sehingga pengangguran masih tetap meningkat. Sektor-sektor yang masih menciptakan kesempatan kerja walaupun ekonomi hanya tumbuh separo dari pertumbuhan ekonomi tahun 2019 sehingga sektor Jasa-jasa dan Lembaga Keuangan dapat menyerap kesempatan kerja sebesar masing-masing 5.785 dan 2.930 kesempatan kerja. Skenario ringan ini bila PSBB tidak berlangsung lama, dan kegiatan ekonomi berangsur berjalan kembali secara penuh tanpa pembatasan. []

Muhammad Handry Imansyah adalah Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Lambung Mangkurat. Profil penulis dapat di baca di halaman ini https://iesp.ulm.ac.id/handry-imansyah