Pasar tradisional adalah urat nadi perekonomian. Sebagian besar anggota masyarakat berbelanja di sini untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Tidak sedikit pula rumah tangga yang menggantungkan mata pencahariannya di pasar tradisional baik sebagai pedagang, penjual jasa, maupun sebagai pekerja kasar. Namun peran tersebut mulai menurun. Pasar tradisional sekarang dihimpit disrupsi dari dua sisi, yaitu pasar modern dan pasar retail online. Mengapa pasar tradisional kesulitan menghadapi disrupsi tersebut? Bagian pertama tulisan singkat ini mencoba mengulas pasar tradisional dari sisi penawaran (supply) dengan mengangkat studi kasus pasar tradisional di Kota Banjarmasin.
