Pentingnya Financial Technology (Fintech) dalam Mendukung Penanganan COVID-19

Oleh : Sri Maulida

Saat ini, dunia sedang dihadapkan dengan fenomena yang luar biasa yaitu merebaknya wabah virus COVID-19 yang mengakibatkan lebih dari 60.000 jiwa meninggal. Seluruh negara terkena dampaknya dari berbagai aspek kehidupan baik dari aspek kesehatan maupun ekonomi, tidak terkecuali Indonesia.

Berbagai kebijakan sudah diambil oleh pemerintah pusat maupun daerah di Indonesia agar ekonomi tidak terlalu memburuk. Bank Indonesia bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) juga telah memberlakukan beberapa kebijakan dalam menyikapi keadaan ekonomi yang saat ini sedang tidak stabil. Beberapa kebijakan saling berkaitan, seperti kebijakan physical distancing yang membuat masyarakat harus #dirumahaja dengan kebijakan ekonomi dimana ada kelonggaran dalam memberikan kredit atau pembiayaan oleh perbankan.

Integrasi 2 (dua) kebijakan tersebut tentu bukan hal yang mudah dimana beberapa masyarakat menginginkan kesempatan ini untuk mendapatkan pembiayaan namun dihadapkan dengan keadaan harus #dirumahaja. Namun, dengan kemudahan financial technology yang semakin berkembang saat ini hal tersebut dapat sedikit teratasi.

Pada awal tahun 2020 yang lalu perkembangan financial technology berada pada perkembangan yang sangat cepat. Tercatat ada kenaikan 192,01% ytd rekening lender dan 325,95% ytd kenaikan pada rekening borrower. Data tersebut dapat menjelaskan bahwa masyarakat mulai beralih menggunakan teknologi pada keuangan atau financial technology (fintech). Fintech memungkinkan masyarakat untuk tetap terhubung dengan lembaga keuangan tanpa harus pergi keluar rumah. Hal ini sangat mendukung protokol pemerintah terkait penanganan COVID-19 yaitu #dirumahaja atau #physicaldistancing.

Dengan fintech, masyarakat dapat melakukan pembukaan rekening, pengajuan pembiayaan, pemindahan rekening tabungan, belanja kebutuhan, membayar zakat, pajak, membayar tagihan dan lain-lain hanya dengan berdiam diri #dirumahaja.[]

Leave a Reply